berbekal belati di tangan kanan ini
aku melangkah disela hembusan malam yang membelai perlahan
aku pergi membawa luka
aku pergi bersama air mata
hingga nanti diujung sana
aku lupa untuk menaruh dimana rasa memuakkan ini akan ku hempaskan
dingin nya malam ini
tak sama dengan dingin malam lalu
dan tak akan pernah sama dengan dingin malam malam berikutnya
dingin yang merasuk kedalam ujung kuku hingga setiap jengkal sendi sendi
dalam diam lalu
berpuluh manuskrip telah ku rancang untuk membalaskan luka
masih teringat bayanganmu yang merobek mimpi sampai berserakan
menjatuhkan asa hingga terpuruk meneteskan kristal air di wajah ini
hingga malam ini ku putuskan
untuk mengakhiri semua diorama manusia yang digoreskan
ya .. berbekal belati
aku akan menikam bibir merah yang berkata ironis
berbekal belati
aku akan menyusup diantara jiwa nya yang mulai ringkih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar