mari merapatkan bias bias pelangi
dalam pelukan rinai hujan
berharap tetesan langit menghapus noda luka
yang ternyata bersembunyi malu dibalik senyum
tanpa ku sadari
sang dewa cinta tenyata mulai menjeratkan panah pada hati yang merana
mengobati luka sedikit demi sedikit walau tak bisa menghilangkan bekas lara
aku merancang manuskrip cinta dalam dada
oh .. Tuhan , indahnya jatuh cinta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar