Selama 18 tahun saya hidup ,
Tuhan memberikan saya banyak tanda tanya yang tak pernah saya dapatkan jawabannya
Tuhan hanya bisikkan tiap bait ketenangan dalam setiap tangis yang terpendam
Dari seribu luka yang menyapa
Hanya satu luka yang begitu menusuk jauh dalam ulu hati
Luka yang telah mengakar kuat sejak entah kapan tepatnya
Luka yang menyebabkan keputusan gila saya untuk pergi sejenak meninggalkan rumah
Luka yang membuat saya kehilangan suara dalam tembok tembok dingin yang menjerat
Luka yang membuat saya menjadi pemeran terbaik untuk membohongi manusia lain
Dan saya pun telah pandai bermain peran semenjak saya menginjak taman kanak - kanak
Sampai hari ini , di menit saya mengurai kenangan lama
Luka ini masih basah dan belum mengering
Sama seperti siluet siluet yang berhambur seakan segar dalam kepala ini
Kejadian yang berpuluh tahun lalu seakan terjadi kemarin sore
Ya Tuhan , betapa luka itu benar benar meninggalkan jejak
Betapa sakitnya luka yang digoreskan oleh beliau yang mengalirkan darah dalam tubuh ini
Betapa hancur kepingan hati dengan dinginnya tembok penghalang diantara kami
Ya Tuhan
Saya pinta dengan sangat .. dengan memohon
Untuk dia yang namanya selalu kupanjatkan dalam setiap sujudku
Untuk dia yang ku pinta dari-Mu untuk menjadi pemimpinku kelak
Untuk dia yang akan menjadi pendamping hidup saya
Saya mohonkan agar lidahnya tak lebih cepat dari pikirannya
Saya mohonkan agar tangan tak lebih ringan dari belaian hangat
Saya ingin merangkai kehidupan dengan dia yang mengerti arti tangis dan senyum dalam diam
Saya ingin menyandarkan separuh hidup pada bahu bidang yang siap menopang dengan keteduhan
Saya pintakan padanya agar menjadi panutan terbaik untuk raja dan ratu kecil kami kelak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar