dia layaknya bunga tanpa duri
sore tanpa mega
dan menyerupai batang pohon tanpa bunga
siapa peduli
rapuh lah layu
layu lah mati
yaitu lah kamu
saya mau kamu
hanya kamu
saya pelihara kesendirian dalam tiap malam kelam
hanya karena saya cukup puas berteman dengan bayangmu
karena di setiap hujan yang membasahi bumi
saya masih setia bercumbu dengan kenangan bersama mu
dan saya masih menunggu asa itu datang
asa yang saya titipkan pada pencipta rasa manusia
kalaulah memang boleh
saya meminta kamu untuk meminangku
untuk menjadikan sebagai tulang rusukmu yang hilang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar