biarkan waktu membawa ragaku menyusuri zaman
agar ku temukan sebuah arti dari tangis dan tawa yang Tuhan ciptakan
tersebutlah disana , namaku tlah mempunyai garis nasib sendiri
tetap ku percaya satu yang terpatri
bukan meninggalkan semu dunia yang memanjakan ku
hanya ingin tenang dalam balutan kain putih yang berselimutkan tanah
salahkah itu ?
aku hanya sedikit lelah untuk mempelajari seribu rasa yang Kau ciptakan
perpisahan manis hanya menyisakan tangis
mengapa tak kau tampar saja aku ?
mengapa tak kau tinggalkan aku ditengah keramaian tanpa penjelasan ?
mengapa ? mengapa ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar